Rhorer J, Ambrose CS, Dickinson S, Hamilton H, Oleka NA, Malinoski FJ, Wittes J, Efficacy of live attenuated influenza vaccine in children: A meta-analysis of nine randomized clinical trials, Vaccine 27 (2009); 1101-1110
Efikasi dari vaksin hidup influenza yang dilemahkan pada anak-anak: Sebuah meta-analisis dari sembilan uji klinis acak
Abstrak
Sembilan uji klinis acak, didalamnya terdapat sekitar 25.000 anak berumur 6-71 bulan dan 2000 anak umur 6-17 tahun, telah melakukan evaluasi tentang efikasi dari vaksin hidup influenza yang dilemahkan dengan dikonfirmasi dengan hasil kultur dan dibandingkan dengan plasebo atau vaksin inaktif trivalent. Kami melakukan meta-analisis, dengan menggunakan analisis risiko relative Mantel-Haenszel dengan fixed effect models, untuk memberi perkiraan yang lebih tepat tentang efikasi vaksin. Dibanding plasebo, pada tahun pertama, efikasi vaksin untuk pemberian dua dosis vaksin pada anak usia muda yang belum divaksinasi adalah 77% (95% CI: 72%, 80%; P<0,001) terhadap strain yang serupa secara antigenik dan 72% terhadap strain yang berbeda secara antigenik. Efikasi sebesar 85%, 76% dan 73% pada strain yang sama secara antigenik yaitu strain A/H1N1, A/H3N2 dan B secara berurutan. Pada tahun pertama, efikasi vaksin dengan pemberian satu dosis terhadap strain yang sama pada anak-anak yang belum divaksinasi adalah 60%; efikasi dengan pemberian satu dosis vaksin pada anak yang sebelumnya telah divaksinasi pada tahun kedua pada berbagai studi adalah 87%. Pada perbandingan langsung antara percobaan yang membandingkan dua dosis vaksin inaktif trivalent dan vaksin hidup yang dilemahkan, anak yang belum pernah divaksinasi yang menerima dua dosis vaksin hidup yang dilemahkan didapatkan 46% lebih rendah terserang penyakit influenza yang disebabkan oleh strain yang sama secara antigenik. Hampir sama, untuk penelitian yang melibatkan anak-anak yang lebih tua dan sebelumnya telah divaksinasi, yang menerima satu dosis vaksin hidup yang dilemahkan didapatkan 35% lebih rendah terserang influenza dibanding yang mendapatkan satu dosis vaksin inaktif trivalent. Vaksin hidup yang dilemahkan menunjukkan efikasi vaksin yang lebih tinggi dibanding plasebo dengan tidak adanya bukti perbedaan bermakna pada umur atau sub-tipe yang bersirkulasi. Pada penelitian ini, vaksin hidup yang dilemahkan lebih efektif dibanding vaksin inaktif trivalent.
Kajian kritis jurnal meta-analisis
Pedoman kajian kritis diambil dari: Sackett DL, Strauss SE, Richardson WS, Rosenberg W, Haynes RB. Evidence-Based Medicine: How to practice and teach EBM. Second edition. Churchill Livingstone, London.2000;133-138.
1. Apakah meta-analisis ini valid ?
a. Apakah ini merupakan meta-analisis uji klinis acak terkendali (Randomized Controlled Trial)?
Ya, penelitian meta-analisis ini menggunakan kriteria inklusi uji klinis acak terkendali. Penelitian yang bukan uji acak terkendali tidak disertakan dalam meta-analisis ini.
b. Apakah meta-analisis ini mempunyai bagian metoda yang mendiskripsikan tentang:
Penelusuran dan inklusi artikel yang relevan?
Ya, dijelaskan dalam meta-analisis ini bahwa semua penelitian yang dilakukan oleh Wyeth Vaccine Research (Pearl River, NY, USA) dan MedImmune dimasukkan dalam meta analisis dan kriteria inklusi artikel meliputi jenis penelitian RCT, subyek penelitian adalah semua anak yang berumur lebih dari 6 bulan sampai 17 tahun di Asia, Eropa, Timur Tengah, Amerika Selatan dan Amerika Serikat yang mendapatkan vaksinasi influenza dengan vaksin hidup influenza yang dilemahkan sesuai dengan prosedur dan program vaksinasi influenza. Subyek kontrol menggunakan placebo atau kontrol berupa vaksin influenza inaktif.
Bagaimana penilaian validitas masing-masing penelitian?
Penulis menilai artikel yang akan dimasukkan dalam metaanalisis ini dari segi kualitas metodologi dengan melihat metode randomisasi, pembutaan, dan allocation concealment secara tersirat. Selain itu penulis juga mengkaji kriteria inklusi dan eksklusi masing-masing artikel, pengukuran luaran. Kualitas uji dilakukan oleh 2 reviewer sehingga menurunkan bias dari allocation concealment, pembutaan pada intervensi, follow up yang komplit dan pembutaan pada pengukuran luaran. Penelusuran daftar pustaka dari jurnal yang didapatkan. Peneliti memasukkan semua penelitian dari Wyeth Vaccine Research dan MedImmune dengan topik tersebut tanpa batasan status publikasi (telah dipublikasi maupun tidak dipublikasi)
Apakah hasil penelitian-penelitian tersebut konsisten?
Kualitas metodologi dari 9 penelitian termasuk baik, terdapat 6 penelitian yang membandingkan Vaksin hidup yang dilemahkan dengan placebo pada umur 6-17 bulan. Tiga penelitian membandingkan vaksin hidup yang dilemahkan dengan vaksin inaktif trivalent dan 2 dari 3 penelitian ini menggunakan subyek anak-anak umur 6-17 bulan dan satu penelitian menggunakan subyek anak-anak umur 6-17 tahun. Semua penelitian ini menilai efikasi dari vaksin hidup yang dilemahkan setelah mendapatkan dua dosis vaksinasi dan diikuti antara 5 bulan sampai 1 tahun setelah vaksinasi kemudian dinilai frekuensi anak terkena penyakit flu dan kemudian dibandingkan dengan hasil kulturnya.
d. Apakah data individual atau gabungan digunakan dalam meta analisis ini?
Data gabungan digunakan dalam meta analisis ini yang melibatkan 9 penelitian yang dilakukan di banyak Negara.
2. Apakah hasil meta-analisis ini penting untuk pasien kita?
Seberapa besar efek terapi & seberapa ketepatan efek tersebut?
Dibanding placebo, tahun pertama efikasi vaksin untuk dua dosis pada anak usia muda yang belum divaksinasi adalah 77% (95% CI: 72%, 80%; P<0,001) terhadap strain yang serupa secara antigenic dan 72% terhadap strain tanpa kesamaan antigenic. Efikasi sebesar 85%, 76% dan 73% pada strain yang sama secara antigenic dengan A/H1N1, A/H3N2 dan B secara berurutan. Tahun 1 efikasi vaksin dari satu dosis terhadap strain yang sama pada anak-anak yang belum divaksinasi adalah 60%; efikasi dari satu dosis pada anak yang sebelumnya telah divaksinasi pada atahun kedua pada berbagai studi adalah 87%. Pada perbandingan langsung antara percobaan yang membandingkan dua dosis vaksin inaktif trivalent dan vaksin hidup yang dilemahkan, anak yang belum pernah divaksinasi yang menerima dua dosis vaksin hidup yang dilemahkan didapatkan 46% lebih rendah kasus penyakit influenza yang disebabkan oleh strain yang sama secara antigenik. Hampir sama, untuk penelitian yang melibatkan anak-anak yang lebih tua yang sebelumnya telah divaksinasi, yang menerima satu dosis vaksin hidup yang dilemahkan didapatkan 35% lebih rendah menderita sakit influenza disbanding yang mendapatkan satu dosis vaksin inaktif trivalent. Vaksin hidup yang dilemahkan menunjukkan efikasi vaksin yang tinggi disbanding placebo dengan tidak adanya bukti perbedaan umur atau perbedaan sub-tipe yang bersirkulasi. Pada penelitian ini, vaksin hidup yang dilemahkan lebih efektif disbanding vaksin inaktif trivalent.
3. Apakah makalah meta-analisis yang valid dan penting ini dapat diterapkan pada pasien kita?
a. Apakah pasien kita terlalu berbeda dengan pasien dalam studi sehingga hasil studi tidak dapat diterapkan?
Tidak, karakteristik pasien kita serupa dengan subyek pada penelitian- penelitian dalam meta-analisis tersebut.
b. Apakah terapi tersebut feasible pada tempat kita? Ya, vaksin hidup influenza yang dilemahkan dapat diperoleh di pasaran tetapi harganya masih relatif mahal.
c. Apa manfaat dan kerugian yang mungkin dapat diperoleh pasien kita bila terapi ini diterapkan?
Manfaatnya sangat jelas dalam hal penurunan frekuensi terserang influenza dibanding menggunakan vaksin inaktif. Tidak terdapat kerugian pada pasien kita jika menggunakan vaksin ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar